Jumat, 05 September 2014

SATU

Satu...
 Awalan dari segala angka yang akan memulai itu. 
Tunggal, Sendiri, Bersama, Tidak terpecah.. Siapa yang tidak mau satu...
Apalagi ketika kamu memulai semua itu dari kebersamaan yang satu, lalu setelah itu yang satu membaur, menjadi banyak... 
Dan tidak dapat mengembalikan yang satunya itu agar menjadi 'satu' kembali... Semua telah mempunyai satunya masing-masing... 
Kamu, Dia, Dia satunya lagi dan yang satunya lagi... 
Kami telah menjadi 'satu' yang berbeda-beda. Kami menemukan satu kami masing-masing... 
Lalu setelah kami menjadi satu masing-masing, semua serasa hambar, tidak ada yang legit lagi. 
Aku seperti bertanya bagaimana bisa yang tlah pecah kembali rapih lagi... Bukankah gelas yang telah pecah tidak dapat kembali utuh? Tidak ada yang mau seperti gelas, yang tidak dapat kembali utuh. 
Kami bukan gelas, kan? Tapi sangat susah untuk kembali. Tidak ada satupun yang mau mengembalikannya menjadi satu. Tidak ada yang mampu. 
Kami hanya menjadi satu yang banyak... 
Satu untuk persatu orang dari kami.
Tidak ada yang mampu merapikannya lagi. 
Telat..Terlambat..Takkan datang lagi. 
Dan aku teringat bahwa... 
Ada awalan nol sebelum satu, mungkin ini yang disebut nol. Tidak ada lagi satu.

Jumat, 30 Mei 2014

First Daughter..

Hai! Udah lama rasanya blog ini ga kepake. Malam ini i wanna tell something tentang obrolan awam dari keponakan dengan tantenya. Barusan pagi, tante kerumah dan seperti biasa dia ada perlu sama mama. Setelah selesai, mama pergi keluar rumah buat kerumah tetangga. Soalnya mama baru jadi pengurus lingkungan yang baru. Dan tante main laptop gue. Dari situ dimulai, ketika dia bahas 'facebook'. Adik kedua gue cewe, dia sekarang lagi gila sosmed banget. Semuanya mau dia punya, walaupun terkadang gue ngelarang. Gue ada alasan tersendiri ngelarang dia. Alasannya biar dia gak kaya yang lain, yang autis sama gadget atau sosmed. Ga pengen dia kuper jugasih. Gue tetep update cerita tentang dunia maya kok ke dia. Ya..balik lagi. Tante gue laporan tentang kelakuan dia di jejaring sosial. Gue mengaku gak tau apa yang dia update di facebook. Karna emang gue jarang buka facebook. Tante bilang, dia sekarang ngomongnya kasar. Mencaci maki seseorang yang ga dia suka. Dan tante bingung, kenapa bisa adik gue bicara kaya gitu. Siapa yang ajarin? Pergaulan sekolahnya? Gue bilang, dia itu tertekan karena emang pergaulan yang melampaui kesanggupan dia. Jadi semacam ada pressure yang amat dia rasain, tapi dia gabisa melapiaskan itu ke mereka dan akhirnya cuma berani berkoar di dunia maya. Gue ngadu, cerita kalo emang dia berubah banget. Udah gabisa dibilangin dan selalu ngebantah. Tante kaget, kenapa bisa dia beda dengan gue dan adik laki-laki gue. Dan gue hanya bisa jawab, 'ya mungkin karena tekanan itu tan...' dia bingung kenapa bisa sedahsyat itu pengaruhnya. Terus tante kasih saran ke gue, agar gue lebih bisa ngertiin dia, bimbing dia, merhatiin dia, nasehatin dia secara baik. Hal yang susah buat gue. Gue gapernah jadi seseorang yang mampu diandalkan dalam urusan ini. Tante juga bilang, kalo sebenernya harapan disini ya cuma gue. Anak pertama yang udah gede, udah tua danseharusnya bisa diandalkan. Dia bilang "kamu kan annak pertama kamu itu harapan satu-satunya yang bisa ngerubah. kamu coba deh pelan-pelan.." Menurut gue itu tantangan yang amat berat. Gue? Kenapa gue? Gue ga pernah mau jadi anak pertama juga kok. Tapi keadaanya begini.. Gue mesti banget jadi seseorang itu.. Gue kadang sedih deh.. kenapa tante aja bisa akrab. Sedangkan gue berbanding terbalik. Ternyata, jadi First Daughter itu gak selamanya enak... Manja-manjanya sama mama udah cukup. Cukup ketika kita harus keluar dari ketiak Ibu. Cari jalan cerita sendiri biar gue pun dibanggain mama. Dan gue bukan Sara kecil lagi yang selalu dijaga mama. Bahkan sekarang harus gue yang jaga Adik-Adik gue, dan Mama pastinya. Dan gue mesti berpikir dewasa untuk lebih manja-manja lagi.. I miss my chilhood